KENDARI, TELISIK.ID - Sengketa lahan projek perluasan Bandara Haluoleo Kendari di Desa Lamomea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, masih terus berlangsung, kini warga pemilik lahan mengadu ke Ombudsman dan DPRD Sulawesi Tenggara soal penolakan harga ganti rugi lahan yang dinilai sedikit.
Setelah beberapa kali dilakukam mediasi antara pemilik lahan dan pihak pemerintah dalam hal ini BPN Konawe Selatan dan Kementerian PUPR, hingga saat ini belum mencapai kesepakatan, pasalnya harga yang diberikan oleh pemerintah hanya Rp 40.000 per meter.
"Sementara berdasarkan zona nilai tanah (ZNT) di lokasi itu adalah Rp 225.000 per meter," beber Ketua kelompok pemilik lahan, Andri Mardian, Senin (19/12/2022).
Baca Juga: Aksi Blokade Jalan Depan UHO Oleh Pendukung Sepak Bola Piala Dunia 2022
Baca Juga: Yovie & Nuno Hibur Warga Kota Kendari di Acara Puncak HUT SMAN 4 Kendari
