Kasma mengaku awalnya membayar hanya Rp 150.000 per bulan dan biaya sewanya terus dinaikan, hingga saat ini mencapai Rp 800.000 per bulan.
"Kalau terlambat kita akan didenda," Kasma.
Pedagang lainnya, Ardi mengaku, untuk berjualan di lokasi Kali Kadia tidak ada kebijakan atau toleransi dari Pemkot Kendari, meski lokasi tersebut tidak dipakai berjualan atau sedang istrahat, tetap membayar sewa.
Baca Juga: Tawuran Antar Pelajar, Siswa SMKN 2 Serang Sekolah Tetangga
"Semua lokasi di dini disewakan, walau kita istrahat berjualan, kita tetap ditagih untuk bayar sewa lahan setiap bulan, kalau tidak kita akan didenda," ungkap Ardi.
