JAKARTA, TELISIK.ID - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diperkirakan akan berdampak terhadap pertumbuhan konsumsi domestik hingga alokasi belanja negara. Berbeda dengan pemilu periode lima tahunan sebelumnya, Pemilu 2024 diprediksi akan lebih berdampak positif terhadap ekonomi karena dinilai dari cakupan yang lebih luas.
“Saya memperkirakan alokasi belanja akan lebih tinggi dan dampak tambahan terhadap konsumsi juga akan lebih tinggi,” ujar Head of Macroeconomic & Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, dalam diskusi virtual oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) di Jakarta, Rabu (27/9/2023).
Dian menilai, pemilu yang lalu hanya mempunyai sedikit dampak positif terhadap pertumbuhan konsumsi karena krisis global yang pada saat itu menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
“Kita sedang mengalami (pada saat itu) perang dagang, taper tantrum, serta gejolak pada pemilu sebelumnya (Pemilu 2019, red), sehingga terdapat dampak yang beragam secara global,” urainya.
Taper tantrum merupakan keadaan gejolak ekonomi ketika Bank Sentral Amerika Serikat memperketat kebijakan moneternya.
