Hal ini menarik karena ada satu kabupaten yang hampir semua top manajernya adalah perempuan yaitu Kabupaten Kolaka Timur. Bupati Kolaka Timur, Ketua DPRD Kolaka Timur, Ketua KPU Kabupaten Kolaka Timur dan Ketua Bawaslu Kabupaten Kolaka Timur juga perempuan dan kedepan bisa jadi wakil Bupati Kolaka Timur juga adalah perempuan.
Lalu patutkah perempuan berbangga, berpuas diri dan bersyukur, ternyata belum. Apakah ini sudah menunjukkan bahwa representasi politik perempuan sudah terwujud di Kolaka Timur, jawabanya Belum.
Karena sudah sejak lama wanita dianggap tidak mampu atau tidak bersedia menggunakan perilaku maskulin yang dianggap penting bagi kepemimpinan yang efektif. Beberapa studi labolatorium menemukan bahwa bahkan saat para wanita memimpin menggunakan perilaku maskuliin, mereka dievaluasi tidak terlalu menguntungkan daripada pria yang menggunakannya (Yukl, 2005).
Baca juga: Hilangnya Perlindungan Hakiki Perempuan dan Anak, Tanggung Jawab Siapa?
Representasi politik menempatkan individu-individu di dalam sebuah lembaga yang dipilih oleh masyarakat untuk mewakili kepentingan mereka (Sherlock, 2006), baik melalui kendaraan partai maupun non-partai.
