BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Pemindahan lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Selatan (Busel), dari Kelurahan Masiri, ke Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga, terus menuai polemik.

Selain persoalan izin lingkungan yang tak pernah diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan PTSP, masalah lainnya adalah soal pembelian lahan.

Bagaimana tidak, Pemda Busel lebih memilih mengucurkan anggaran Rp 1,6 miliar guna pembelian lahan seluas 3 hektare untuk pembangunan RSUD di Kelurahan Bandar Batauga, ketimbang harus melanjutkan kembali pembangunan yang telah ada di Kelurahan Masiri.

Padahal di Kelurahan Masiri, lahan yang telah dibebaskan untuk pembangunan RSUD tersebut seluas 10 hektare.

"Lahannya itu gratis dihibahkan untuk pemerintah. Dan sudah ada pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menelan anggaran sebesar Rp 35 miliar termasuk pembangunan puskesmas di Kecamatan Batuatas. Nah kenapa harus pilih yang dibayar ketimbang yang gratis," beber salah satu tokoh pemekaran Buton Selatan, La Ode Tarmin.