Sadli Sirajuddin menjelaskan bahwa seminar ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kebijakan daerah berbasis data dan kajian akademis.

"Dengan adanya naskah akademik yang matang, diharapkan Raperda ini dapat menjawab tantangan masyarakat Bombana, terutama dalam ketahanan pangan dan kelancaran lalu lintas," ujar Sadli.
Seminar ini membahas dua aspek penting dalam pembangunan daerah. Pertama, penyelenggaraan cadangan pangan daerah yang bertujuan menjamin ketersediaan pangan, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti bencana atau krisis pangan.
Kedua, analisis dampak lalu lintas, yang menjadi penting seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur yang memengaruhi pola mobilitas masyarakat.
