Seminar ini menghadirkan narasumber utama, yakni Laode Muhammad Abdi dan Zulfadly Urufi, yang memaparkan rencana pengembangan Kawasan Terpadu Ranokomea.

Souvenir khas desa wisata ranokomea, anyaman dari sabuk kelapa. Foto: Kemenparekraf

 

Paparan mereka mencakup tata ruang, infrastruktur pendukung, hingga strategi memaksimalkan potensi kawasan.

Kepala Dinas Pariwisata, Anisa Sri Prihatin, Kepala Badan Pertanahan, dan Kepala Dinas Perikanan juga turut hadir, memperlihatkan sinergi antarinstansi dalam mendukung pengembangan kawasan wisata strategis ini.

Laode Muhammad Abdi menjelaskan bahwa Ranokomea memiliki nilai ekologis dan estetika tinggi yang perlu dijaga.