Masyarakat telihat antusias untuk membeli beberapa kebutuhan yang disediakan. Hanya dalam sehari, lebih dari setengah stok pangan yang disediakan telah ludes terjual.

"Alhamdulillah pasar murah ini cukup membantu kami," ucap salah satu warga, Arni, yang turut membeli beberapa bahan kebutuhan pokok.

Pasar murah ini akan berlangsung selama tiga hari hingga 5 Juli 2025, sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat.

Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Bulog, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pasar murah.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam pengendalian inflasi daerah serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.