Prestasi ini, kata dia, tentu bukan diraih begitu saja tetapi membutuhkan strategi tertentu, sebab banyak variabel yang mempengaruhi, sehingga Pemkab Butur bisa tiga tahun berturut-turut meraih WTP, terutama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) dan Teknologi Informasi (TI).
"Tentu dalam mempertahankan WTP itu sangat berat, sehingga kita tidak pernah berhenti melakukan pembenahan secara masif, terstruktur, dan terutama pada bagian-bagian yang merupakan titik kritis sebagaimana yang diberikan oleh BPK," katanya.
Olehnya itu, lanjut dia, pihaknya akan buka satu per satu rekomendasi dari BPK. Sehingga, WTP ini benar-benar bukan hanya simbolis saja, tapi bagaimana Pemkab bisa memperlihatkan wajah keuangan daerah yang sesungguhnya seperti diharapkan.
"Kita buat kesepakatan untuk menindaklanjuti banyak hal terutama action plan yang kita diberi waktu 60 hari, untuk menindaklanjuti LHP ini bisa maksimal. Itu yang kita siapkan, serta persentase pemeriksaan itu kita sudah siap untuk diatas 80 persen," pungkasnya.
Reporter: Fitrah Nugraha
