“Sebenarnya bukan langka. Kalau kita melihat ada labelnya kan sudah jelas peruntukannya, semua sudah dapat. Cuma, saya tidak menuduh, mungkin ada yang tersalur tidak sesuai sasarannya. Itu salah satu faktor," urainya.
Di samping itu, lanjutnya, ada juga agen elpiji 3 kg yang lambat mengambil jatah di depot Pertamina.
"Jika perlu, minta ke Pertamina untuk dialihkan ke agen lain daripada mereka simpan kuotanya,” harap Jumarding.
Wabup meminta instansi terkait setiap minggu dapat berkomunikasi dan mengkroscek data agen yang lambat mengambil jatahnya.
“Jika tak sanggup menyalurkan, maka kuotanya sebaiknya diberikan kepada agen lain yang lebih mampu,” pinta Jumarding, sambil berharap operasi pasar yang dilakukan bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat. (B)
