Sebaran estimasi pendapatan tersebut, terdiri dari PAD Rp 62.654.060.593 atau meningkat 21,5 persen dari angka sebelum perubahan. Pendapatan Transfer sebesar Rp 814.801.440.416 mengalami peningkatan sebesar 3,79 persen dari angka sebelum perubahan.
"Sedangkan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebelum perubahan dialokasikan sebesar Rp 2.274.539.200, angka tersebut sama dengan setelah perubahan APBD 2022," tukasnya.
Kemudian lanjutnya, pada kelompok belanja, secara global mengalami peningkatan sebesar 1,74 persen atau Rp 15.038.912.506 dari angka belanja sebelum perubahan sebesar Rp 864.538.900.540.
Kelompok Belanja Operasi yang awalnya dialokasikan sebesar Rp 540.754.722.270, setelah perubahan meningkat sebesar 7,14 persen atau menjadi Rp 579.361.347.948.
Dalam kelompok operasi, item belanja Barang dan Jasa yang paling banyak mengalami peningkatan, yakni meningkat sebesar 18,88 persen dari angka sebelum perubahan sebesar Rp 194.675.126.427.
