"Sedangkan item Belanja Pegawai sedikit mengalami peningkatan item sebesar 0,04%, dari estimasi awal sebelum perubahan yakni Rp 334.962.296.877," bebernya.
Lanjut dia, kelompok Belanja Modal sebelum perubahan dialokasikan sebesar Rp 114.232.141.849, setelah perubahan mengalami peningkatan sebesar 17,32 persen atau Rp 134.022.208.649.
Item belanja modal yang banyak mengalami peningkatan yakni Belanja Modal Peralatan dan Mesin yakni meningkat 60,84 persen dari estimasi awal yakni Rp 21.137.292.069. kemudian item belanja modal gedung dan bangunan sebelum perubahan sebesar 10,41 persen dari estimasi awal sebesar Rp 49.130.888.230.
"Untuk kelompok Belanja Tidak Terduga awalnya sebesar Rp 47.526.942.306, dilakukan penyesuaian menjadi Rp 4.435.919.349. Kemudian kelompok Belanja Transfer juga sedikit mengalami pengurangan sebesar 0,16 persen dari alokasi awal sebesar Rp 162.025.094.115," ujarnya.
Untuk kebijakan pembiayaan daerah, khususnya penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Silpa sedikit mengalami penyesuaian dimana sebelum perubahan terpasang Rp 77.802.619.520 dan setelah perubahan menjadi Rp 51.946.220.731.
