"Substansi ajaran Al-quran, sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang seragam, tetapi memberikan prinsip-prinsip umum yang dapat membangun peradaban yang madani, memungkinkan terjadinya pola keseimbangan hidup di dalam masyarakat, sehingga tercipta masyarakat Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur," jelas Nur Rahman.
Al-quran lanjutnya, memiliki dimensi historis, ruang, dan waktu yang berbeda. Merespon berbagai problematika sosial kehidupan yang terjadi di dalam masyarakat, atau memberi ketetapan hukum sebagai ajaran agama yang harus ditaati karena di dalamnya mengandung nilai-nilai yang positif.
"Saya berharap bulan ramadan ini dapat jadi momentum untuk menjalin silaturahim yang baik, memperbaiki, dan meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan kita terhadap ajaran dan nilai-nilai A-quran, serta mampu menggali hadirnya sebuah kesadaran spiritual, bagi kita semua, termasuk generasi Islam Kolaka Utara," harapnya.
Baca Juga: TNI dan Polri di Sumut Turun ke Jalan Berikan Kenyamanan Warga Mudik Lebaran
Pada kesempatan ini, politisi partai Demokrat ini juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat tidak mudah terpancing dan terpengaruh dan terbawa emosi atas pernyataan-pernyataan segelintir orang yang dianggap tokoh, yang suka memfitnah, berbohong, memutar balikkan fakta, tentang raihan-raihan hasil pembangunan di Kolut, yang menyinggung kepribadian bupati dan wakil bupati, karena semua itu tidak benar adanya.
