Perbedaan-perbedaan inilah, tutur Wabup, yang menjadi bahan diskusi dan dirembukkan bersama pihak-pihak terkait sehingga ketemu angka-angka insentif yang akan dibayarkan ke Nakes.
"Terkait nominal Insentif nakes perbulannya tidak bisa diprediksi, yang bisa diprediksi yang sudah berlalu. Kedepannya kita tidak tahu berapa lagi pasien COVID-19 yang akan menjalani isolasi," tuturnya.
Selain insentif Nakes, Pemkab Kolut juga telah menyiapkan anggaran untuk insentif vaksinator.
"Kami sudah rapat bersama silakan teman-teman Nakes vaksinator memasukkan laporan pertanggungjawabannya, kita akan segera menyelesaikan sesuai dengan apa yang dilakukan selama ini," pungkasnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kolut, Dr. Taufiq S. SP.,MM, menuturkan, penyesuaian regulasi dengan keputusan pemerintah pusat membuat pembayaran insentif Nakes lambat.
