Ia juga mengatakan, dalam waktu dekat melalui lembaga adat, tokoh-tokoh budaya dan pihak Pemda Konawe akan duduk bersama untuk bermusyawarah terkait pembenahan kawasan makam itu.
"Kita diskusikan mana yang mendekati sebenarnya, contohnya jangan sampai kita paksakan pake atap seng sementara yang seharusnya menggunakan atap rumbia, kan jadinya salah lagi," tutupnya.
Sebelumnya Pemda Konawe juga berencana merenovasi rumah adat Tolaki yang berdekatan dengan makam Raja Lakidende di Kelurahan Arombu, Konawe.
Keberadaan rumah adat yang mulai terlihat tak layak huni dan kayu-kayunya mulai rapuh, tak hanya menjadi sorotan masyarakat, tetapi juga menjadi pembahasan di tingkat elit.
Ferdinand mengatakan, rencana pembangunan rumah adat tersebut akan dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun 2023.
