Bupati Konawe dua periode itu melanjutkan, meski setiap musim panen pihaknya selalu surplus beras bahkan hingga mampu mengirimkan beras ke daerah lain, seperti Kota Baubau, Kabupaten Muna dan sekitarnya, tapi daerahnya masih unggul dari segi hasil pertanian lain.
"Meski sebagai lumbung beras, Konawe juga tetap menjadi lumbung sagu. Kurang lengkap bagi orang Konawe kalau dalam sehari tidak mengonsumsi sinonggi. Makanya kami yakin, sosialisasi GSTN akan lebih mudah diterima warga," ungkap Kery.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara memberikan keterangan terkait program One Day No Rise ini.
Ia menilai, program ini merupakan langkah yang sangat penting untuk dilakukan, sebab selama ini masyarakat sangat bergantung pada kebutuhan karbohidrat yang ada pada beras.
Ia mengatakan, meski tak bisa menghentikan kebiasaan masyarakat untuk mengkonsumsi beras, akan tetapi ini merupakan langkah nyata untuk mengedukasi masyarakat untuk dapat mengonsumsi pangan lain yang kaya akan karbohidrat, seperti jagung, sagu, ubi dan lainnya.
