Ganti rugi yang dilakukan kata Bahri sebagai bentuk penghormatannya pada pemilik lahan. Ia tak ingin mengambil tanah secara sepihak.

Ia juga menyampaikan dalam pembangunan perkantoran mengambil nama dari tiga wilayah besar di Muna Barat, yakni Lawa Raya, Tiworo Raya, dan Kusambi Raya, sehingga ikon perkantoran nantinya menjadi Bumi Praja Laworoku.

Baca Juga: Ratusan Petani di Konawe Dibimbing Bijak Gunakan Pestisida

Sementara Kepala Seksi Survei dan Pemetaan Pertanahan Muna Barat, La Karya, menyampaikan bahwa masyarakat agar segera mematok lahannya masing-masing, yang nantinya pihak pertanahan akan turut andil dalam mengukur luas tanah tersebut.

"Sebelum kami turun lapangan sebaiknya yang punya lahan dipatok terlebih dahulu dengan waktu secepatnya," katanya.