Kedua, mendekatkan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun, termasuk untuk memperkuat promosi pencegahan yaitu melalui deteksi dan screening penyakit.
Ketiga, memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan pemantauan melalui dashboard situasi kesehatan pedesaan. Hal tersebut, menurut Butolo, bisa dicapai dengan penguatan struktur melalui penguatan Puskesmas, Pustu (puskesmas pembantu, red), dan Posyandu.
Butolo berharap dengan adanya ILP maka masyarakat yang sakit dapat dilakukan penanganan dengan segera dan dapat melakukan pencegahan lebih awal, terlebih adanya Pustu dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“ILP bertujuan memberikan layanan promotif dan preventif yang berkualitas ke masyarakat dan terfokus pada ibu hamil dan remaja, usia produktif, hingga ke lansia,” ujarnya.
Saat ini Posyandu telah bertransformasi menjadi Posyandu ILP. Sebelumnya Posyandu hanya melayani balita dan ibu hamil, sekarang juga melayani seluruh siklus kehidupan dari usia nol tahun hingga lansia.
