“Sekolah ini awalnya merupakan bangunan transmigrasi, dan saat ini terdapat 96 siswa yang belajar di sini,” katanya.

Saat meninjau lokasi, La Ode Butolo bersama Sekda Muna Barat, Kaban Bappeda, Kabid Dikdas, dan Camat Tiworo Selatan mengecek kondisi gedung sekolah.

Beberapa kerusakan yang ditemukan antara lain plafon yang sudah hilang, lantai yang sudah terkelupas, dan kursi siswa yang tidak memadai. Keadaan ini membuat proses belajar mengajar menjadi terganggu dan membahayakan keselamatan siswa.

La Ode Butolo kemudian meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk segera menganggarkan Rp 300 juta melalui Bantuan Tak Terduga (BTT) guna perbaikan gedung sekolah tersebut.

Perbaikan akan difokuskan pada bagian-bagian yang paling mendesak, seperti plafon, lantai, dan sarana pendukung lainnya. Sementara untuk rehabilitasi total, akan dilakukan pada tahun 2025.