MUNA, TELISIK.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna tak henti-hentinya mencari sumber anggaran di Pemerintah Pusat.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab juga memberi perhatian serius pada irigasi. Nah, berkat kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Pusat, tahun ini, Pemkab Muna keciprat Inpres Irigasi Daerah (IID) sebesar Rp 28,3 miliar.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna, Mustajab menerangkan, pada program IID, Pemkab menggusulkan 27 titik lokasi yang diinput melalui aplikasi Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI) platfrom milik Kementrian PU pada 30 Maret-4 Mei 2026 lalu. Namun, berdasarkan hasil verifikasi yang dilalukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilyah IV Kendari dan pusat, yang dinyatakan memenuhi syarat hanya 19 lokasi.
Ke-19 usulan lokasi itu terdiri dari, rehabilitasi jaringan utama daerah irigasi Lupia I, Lupia II dan Bahutara. Kemudian, peningkatan jaringan irigasi tersier daerah irigasi Labulu-bulu dan Bente. Lalu, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Pentiro, Tombula, Labunti, Madodo, Lapodidi, Kambawuna, Bone Kacintala,Wale-Ale, Wali, Lupia, Langkoroni, Labone, Kondongia dan Liabalano.
"Total anggaran yang sudah teralokasi pada 19 lokasi itu sebesar Rp 28,3 miliar," kata Mustajab, Selasa (16/6/2026).
