BAUBAU, TELISIK.ID - Tradisi memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di Buton, sudah dilaksanakan secara sederhana sejak tahun 1538 pada masa pemerintahan Sultan Murhum.

Pertama kali ditetapkan sebagai peringatan awal Maulid (Maludu) pada tahun 1629, di masa Sultan Dayanu Ikhsanuddin dengan menggelar ritual Gorana Oputa.

Gorana Oputa ini bermakna sebagai Munajat Sultan, dimana Sultan memohon kepada Allah SWT agar rakyatnya selalu terhindar dari segala musibah dan bencana. Ritual ini dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal oleh Sultan bersama perangkat Masjid Agung Keraton (Sara Kidina).

Untuk tahun ini, dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau akan menggelar malam Gorana Oputa pada Rabu malam (28/10/2020).

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menjelaskan, penetapan malam Gorana Oputa, berdasarkan hasil keputusan musyawarah Perangkat Masjid Agung Keraton (Sara Kidina), yang disampaikan oleh seorang perwakilan didampingi oleh Kepala Bagian Protokoler Sekretariat Daerah Kota Baubau.