Baca juga: Kunjungi Keraton Liya, Ketua Bawaslu RI Diberi Penghargaan Oleh Meantu'u Liya

"Sebagaimana biasanya tiap tahun, dalam memasuki bulan Maulid kita selalu menyelenggarakan ritual Gorana Opera. Sebelum penyelenggaraan, dari Sara Kidina selalu menyampaikannya langsung pada bapak Wali Kota. Tapi karena Pak Wali masih berangkat, jadi mereka menemui saya untuk menyampaikan hal itu. Nanti Pak Wali tiba di Baubau baru saya laporkan pada beliau," jelas La Ode Ahmad Monianse, Minggu (25/10/2020).

Wawali kemudian memaparkan malam Gorana Oputa merupakan warisan budaya leluhur yang harus dipelihara dan dijaga. Karena selain memiliki nilai budaya, tradisi Gorana Oputa juga sarat dengan nilai-nilai religius serta berharap agar tradisi Gorana Oputa  tidak tenggelam seiring dengan perkembangan zaman.

“Kita berharap tradisi tersebut akan terus dijaga dan dipelihara oleh generasi penerus kita di masa yang akan datang. Karena tradisi ini mengajarkan kita banyak hal dalam sendi-sendi kehidupan," jelasnya.

Dia menambahkan, tradisi ini berkaitan dengan hari kelahiran Nabi Besar Rasulullah  Shalallahu Alaihi Wasallam, dimana pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik dan wajib diikuti.