Kedua, integrasi layanan melalui sinkronisasi program antar-OPD agar pelaksanaan program tidak berjalan secara terpisah.

Ketiga, strategi pendampingan untuk memastikan kader Posyandu mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Djainudin berharap melalui kegiatan ini, koordinasi antarlembaga dapat semakin solid, sehingga mampu menciptakan tata kelola Posyandu yang lebih mandiri, responsif, dan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, selaku Ketua Tim Pembina Posyandu, Aryati Yusran, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas tim pendamping.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi enam SPM berjalan efektif, sehingga Posyandu benar-benar mampu menjadi solusi pelayanan dasar yang berkualitas dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Baubau.