Setelah memperhitungkan defisit dari kegiatan nonoperasional sebesar Rp 4,34 miliar, maka total surplus operasional tahun 2024 menjadi Rp 23,20 miliar.
Dalam laporan arus kas, total saldo kas akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp 30,57 miliar, yang berasal dari berbagai sumber kas seperti Bendahara Umum Daerah, dana BOS, JKN, BOK, dan RSUD.
Baca Juga: Penerbang Layangan Asal Jerman dan Prancis Meriahkan Festival Liangkabori Muna 11-14 Juli 2025
Namun demikian, terjadi penurunan kas bersih sebesar Rp 6,09 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Terakhir, laporan perubahan ekuitas menyebutkan nilai awal sebesar Rp 2,58 triliun, dengan surplus operasional Rp 23,20 miliar. Setelah penyesuaian koreksi sebesar Rp 953,97 juta, maka ekuitas akhir per 31 Desember 2024 menjadi Rp 2,60 triliun.
