Terealisasinya kemajuan pembangunan pariwisat, namun demikian, hal tersebut, belum optimal diterapkan oleh desa wisata atau yang lebih dikenal dengan limbo wisata yang setiap tahun sudah melakukan pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar menjadi intelektual, kreatif, inovatif dan berdaya saing.

"Akan tetapi, sepertinya belum berjalan maksimal untuk di implementasikan, sehingga dibutuhkan komitmen untuk memajukan limbo wisata masing-masing," tutur Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat membuka kegiatan pelatihan pengelolaan Desa Wisata 2023.

Menurutnya, dalam arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terdapat empat hal yang harus dipahami dan dipersiapkan dengan matang oleh pengelola desa wisata, dalam memasarkan destinasi wisata dan ekraf kepada wisatawan, yaitu produk yang dihadirkan harus memiliki kualitas, tentunya mengarah pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan adalah place, yakni desa wisata harus memiliki daya tarik yang luar biasa, atau dengan kata lain setiap desa wisata harus memiliki karakteristik atau diferensiasi yang kuat.

Harga harus disesuaikan dengan kebutuhan atau kekuatan (daya beli) dari pengunjung. petakan customer kuatnya (harga) berapa kalau tidak sesuai kekuatan kantong (mereka) hanya akan menjadi rohali (rombongan hanya lihat-lihat), tapi kalau cocok akan jadi rojali (rombongan jadi beli).

Kemudian, promosi di mana pemasaran kuncinya adalah promosi dan salah satu yang paling terlihat adalah bagaimana kemasannya dan strategi yang paling jitu saat ini salah satunya adalah endoser.