"Kita seharusnya tak melakukan tes massal Covid setiap kasus melonjak," kata ahli virologi dari Universitas Hong Kong, Guan Yi.

Selain itu, dia juga menyoroti vaksin booster yang dilakukan acak. Ia menilai program itu tak perlu.

Guan Yi justru mendorong tes antibodi dan data efektivitas vaksin terbaru dari para produsen untuk melawan varian-varian yang ada.

Sejauh ini, China sudah mengantongi izin untuk 5 merek vaksin. Namun, tingkat efikasi yang dirilis rata-rata sekitar 50 dan 82 persen. Angka ini jauh tertinggal dari vaksin saingannya, Pfizer dan Moderna.

Sementara itu, pemerintah China mengecam para pengamat yang menyoroti langkah atau kebijakan yang diambil.