Pasangan Siska Karina Imran ini mencontohkan, pada produk beras, Kota Kendari telah memiliki beras organik Owoha, yang tidak dimiliki daerah lain.
Kedepannya, wali kota berharap produksi pertanian Kota Kendari bisa dikembangkan menjadi industri, sehingga bisa memiliki nilai lebih.
"Kita berharap potensi-potensi seperti ini bisa didampingi oleh pemerintah dan nanti bisa dikembangkan tidak hanya menghasilkan produk pertanian tapi nanti kelasnya dinaikkan menjadi skala industri sehingga pemanfaatan dan nilai ekonomisnya bisa meningkat sehingga bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Siti Ganef menjelaskan Kota Kendari mempunyai lahan pertanian sekira 11.780 hektare yang terdiri dari lahan sawah, kebun, padang penggembalaan, dan pekarangan.
Dari potensi pertanian yang ada, terdapat 430 kelompok tani, 58 Gapoktan 5.184 anggota kelompok tani.
