Andi Sulolipu juga mempertanyakan nasib puluhan pedagang ketika lapaknya dibongkar. Terlebih masih dalam situasi pandemi COVID-19.
"Dalam kondisi begini, di mana hati pemerintah gitu loh," cetusnya.
Pria kelahiran 1970 itu mengingatka, jangan karena untuk memperindah kawasan tambat labuh, sumber pendapatan masyarakat justru dilabrak tanpa ada solusi.
Baca Juga: Bikin Panik, Detik-Detik Korsleting Listrik di Depan Kantor Wali Kota Kendari
"Saya berharap masyarakat masukan surat ke DPRD sehingga kita tindaklanjuti," tutupnya.
