Meski berbagai intervensi gizi spesifik telah dilakukan, jumlah balita stunting di beberapa kecamatan di Kota Kendari masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Oleh karena itu, diperlukan peningkatan konvergensi dan komitmen lintas sektor serta lintas program dalam melaksanakan intervensi gizi, baik spesifik maupun sensitif, untuk menangani stunting di Kota Kendari," ungkapnya.
Muhammad Yusup juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, dimulai dari kelompok berisiko seperti remaja putri.
Baca Juga: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat, Kelurahan Wua-Wua Gelar Rembuk Stunting 2024
