Dalam hal ini, peran Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga sangat dibutuhkan, terutama dalam mengoptimalkan pelaksanaan program Aksi Bergizi di sekolah-sekolah.

Program tersebut meliputi kegiatan minum tablet tambah darah secara rutin, aktivitas fisik, sarapan sehat bersama, dan edukasi gizi.

Sinergitas dengan Kementerian Agama juga menjadi salah satu kunci dalam upaya mencegah stunting melalui pencatatan dan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Diharapkan, tidak ada lagi calon pengantin yang masuk dalam kategori "belum siap menikah" dari segi kesehatan.

"Peran lintas sektor, organisasi profesi, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta masyarakat umum sangat penting dalam mendukung gerakan pencegahan dan penurunan stunting di Kota Kendari," tutupnya. (C-Adv)

Penulis: Sigit Purnomo