Sebelumnya, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw mengungkapkan, kelangkaan elpiji 3 Kg di Kota Kendari terjadi karena perilaku masyarakat yang membeli elpiji 3 Kg secara berlebihan dan menjualnya kembali.
“Kami harap masyarakat tidak membeli secara berlebihan dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi,” kata Fahrougi.
Selain itu, kelangkaan elpiji 3 Kg juga dipengaruhi oleh recovery Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kabupaten Konawe beberapa waktu lalu.
“Di Sulawesi Tenggara (Sultra) terdapat tiga Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), 2 di Kota Kendari dan 1 di Kolaka, dengan beroperasinya 1 SPPBE di Konawe ini merupakan recovery produksi elpiji 3 Kg dari SPPBE sebelumnya yang terkena musibah kebakaran," jelasnya.
Untuk menutupi kebutuhan di Kabupaten Kolaka dan Konawe, sehingga Pertamina melakukan alih suplai dari SPBE lainnya untuk memenuhi kebutuhan elpiji bagi masyarakat.
