Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa perubahan iklim telah menjadi tantangan yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian.
Pergeseran musim, curah hujan yang tidak menentu, serta meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dapat memengaruhi hasil produksi pangan dan berdampak terhadap stabilitas ekonomi daerah.
Bagi Kota Kendari yang masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah, gangguan terhadap sektor pertanian berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan sekaligus memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: Strategi Bertahan di Tengah Efisiensi Anggaran Dibahas Telisik.id Saat Diskusi Jurnalistik
