Melalui Sekolah Lapang Iklim Tematik, informasi dan data ilmiah yang dimiliki BMKG diharapkan dapat diterapkan secara praktis oleh para petani.  

Informasi tersebut dapat menjadi acuan dalam menentukan waktu tanam, memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi iklim, serta mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan cuaca.

Pemerintah Kota Kendari juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian.

Pada akhir sambutan, Wali Kota Kendari mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyerap pengetahuan dari para narasumber BMKG. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di lapangan sekaligus disebarluaskan kepada petani lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki, mewakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ketua BPD HIPMI Sulawesi Tenggara Triawan Rizbar Taha, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Nasrol Adil, Kepala Stasiun Klimatologi, GAW dan SPAG seluruh Indonesia, Kepala UPT BMKG se-Provinsi Sulawesi Tenggara, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta peserta Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026. (D-Adv)