Tahapan tersebut mencakup kesiapan anggaran, publikasi, penerimaan proposal, verifikasi hingga penetapan penerima.

Publikasi, kata Adriana, perlu dilakukan secara terbuka agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan mengikuti program sesuai ketentuan.

"Kita harus tahu mulai kapan dan sampai kapan publikasi ini harus dilaksanakan, untuk menjaga transparansi, dan bisa diketahui masyarakat," kata Adriana.

Tahun ini Pemkot Kendari mengalokasikan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk program tersebut.

Dari anggaran itu, sebanyak 85 mahasiswa ditargetkan menerima bantuan. Rinciannya, 50 mahasiswa jenjang D3, D4 dan S1, 20 mahasiswa S2, serta 15 mahasiswa S3.