Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Kendari, Cornelius Padang dalam evaluasi proses perencanaan dan penganggaran stunting di Kota Kendari bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sekretariat Wakil Presiden RI menyebut, Pemerintah Kota Kendari yakin, angka stunting bisa diturunkan hingga di bawah dua digit, karena berbagai aspek sangat mendukung hal itu.
.jpeg)
"Kalau bahasanya pak wali kota, apa sih yang kurang di Kota Kendari? Bahan makanan cukup, semua daerah sekitar arah memasukkan semua kebutuhan itu ke Kota Kendari, sehingga dari ketersediaan gizi kita cukup. Kemudian tingkat kemiskinan kita juga setiap tahun menurun, IPM kita tertinggi ke empat se Indonesia," jelas Kepala Bappeda.
Selain itu, melalui Dinas Kesehatan, sudah sekira 98 persen melakukan penimbangan bayi baru lahir tahun 2022, ditemukan 1,40 persen bayi baru lahir ditemukan kasus stunting. Bahkan hasil hasil penimbangan pada sekira 23 ribu bayi lahir hingga Juni 2023 atau lebih banyak dari jumlah bayi yang ditimbang tahun 2022, jumlah kasus stunting sebesar 1,89 persen.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Kendari, Jahudding mengatakan, dalam penanganan stunting penting membangun sinergi kolaborasi dan akselerasi bersama masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, serta pihak lainnya. Karena tanpa adanya komitmen dan sinergi yang kuat dan cepat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting.
