"Penanganan kemiskinan ekstrem menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya dinas sosial, perumahan, dan dinas tenaga kerja serta perindustrian. Saya berharap, ke depan, kemiskinan ekstrem tidak lagi menjadi masalah di Kota Kendari," tegas Muhammad Yusup.

Tahun 2024 ini, fokus utama Pemkot Kendari adalah menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Foto: Ist.

 

Pj Wali Kota Kendari juga menyoroti adanya paradoks yang terjadi di Sulawesi Tenggara, sebuah daerah yang dikenal kaya akan sumber daya alam, namun masih menghadapi angka kemiskinan ekstrem yang tinggi. Menurutnya, kondisi ini tidak seharusnya terjadi mengingat potensi besar yang dimiliki daerah tersebut.

"Sultra adalah daerah yang kaya akan sumber daya alam. Seharusnya, kekayaan alam ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menekan atau bahkan menghilangkan kemiskinan ekstrem di Sultra, khususnya di Kota Kendari," lanjutnya.

Muhammad Yusup berharap, dengan sinergi dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah, permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kota Kendari dapat segera teratasi.