"Ya, untuk rencana dan anggaran saat ini sudah ada, kita tinggal lihat saja situasi yang berkembang, apakah dilaksanakan ini H-7 sebelum puasa atau H-14 sebelum lebaran," tambahnya.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Fitrah Arsyad menambahkan, jika nantinya barang yang akan disiapkan dalam pasar murah adalah bahan pokok yang pastinya mengalami kenaikan, salah satunya beras.
"Yang jelas kami hanya mengenai harga saja, dari harga ini kan mekanisme pasar berlaku semakin tinggi permintaan maka semakin tinggi juga harga. Untuk barang yang ada di pasar murah itu ya sembako-sembako yang mengalami kenaikan dan pasar murah ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengantisipasi naiknya harga bahan pokok dipasaran dan juga membantu memenuhi kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, Fitrah Arsyad juga menjelaskan, jika pasar murah ini bertujuan untuk mengendalikan dan mengantisipasi kenaikan harga yang terlalu tinggi menjelang puasa dan lebaran.
Baca Juga: Gelar Musda II, BPD ABUJAPI Sulawesi Tenggara Bangun Sinergitas Tim dan Stakeholder
