Pengembangan kawasan lingkungan pariwisata, terang dia, harus mampu meminimalisasi interfensi terhadap alam.
"Jadi desainnya itu, bagaiamana pohon-pohonnya tetap aman di sana dan juga ada gedung yang berdiri diantara pohon-pohon itu. Sehingga dari jauh dapat disaksikan birunya laut dan hijaunya pantai Toronipa itu," ungkapnya.
Sehingga, tambah dia, dapat meminimalisir kerusakan terhadap lingkungan. Birunya laut dan hijaunya pepohonan dapat menjadikan kawasannya indah, modern dan menjadi terminal bagi seluruh destinasi wisata di Sultra.
"Adanya jalan 14,6 Kilometer yang terdiri dari dua jalur itu sengaja dihubungkan dengan jembatan Bahteramas, harapannya memudahkan untuk mencapai Toronipa dari Bandara Haluoleo. Karena jangkauan wisata bagusnya tidak boleh lebih dari 2 jam," ujarnya.
Lanjutnya, desain wisata Toronipa bangunannya harus ditata dengan kompak dan insklusif dalam artian harus saling mendukung. Bangunan tidak boleh menghancurkan lingkungan dan lingkungan juga tidak menghambat proses pembangunan, keduanya harus berimbang.
