“Tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga memberi sedikit bantuan bagi warga yang hidup tanpa listrik,” ujarnya.
Tel al-Hawa yang dahulu dikenal sebagai distrik modern dengan gedung-gedung bertingkat kini sebagian besar hancur akibat serangan berulang. Otoritas kesehatan Gaza mencatat sejak Oktober 2023 sedikitnya 70.117 warga Palestina tewas dan 170.999 lainnya terluka.
Kerusakan infrastruktur dasar juga diperparah dengan terbatasnya pasokan bantuan, di mana rata-rata hanya 287 truk yang masuk setiap hari, jauh di bawah kebutuhan minimum.
Di tengah krisis listrik, pos pengisian daya di ruang terbuka memang mulai bermunculan di berbagai sudut Gaza. Namun, inisiatif Khazeeq memiliki makna tersendiri bagi warga sekitar.
Mohammed Skeik, salah seorang warga yang mengantre untuk mengisi daya ponselnya. “Mengubah kendaraan yang dulu menebar ketakutan menjadi layanan untuk masyarakat memberikan harapan kecil di tengah kondisi sulit," ucapnya.
