Baca Juga: Kebutuhan Pembukaan Bulan Puasa, Harga Pisang di Muna Melonjak Naik
“Jalan ini adalah akses utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial. Kalau dibiarkan terus, risikonya semakin besar. Karena itu, kami inisiatif bergerak meskipun dengan keterbatasan,” ujarnya.
Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan bakti sosial ini. Warga yang melintas tampak memberikan dukungan moral, bahkan sebagian ikut membantu proses penimbunan dan perataan lubang jalan.
Aksi pemuda Wawotimu ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Mereka berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi perhatian serius pihak terkait agar dilakukan perbaikan jalan secara permanen demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dari pemuda, oleh pemuda, untuk keselamatan bersama," tutupnya. (C)
