Namun, pihak sekolah membantah tuduhan tersebut, menjelaskan bahwa Supriyani hanya menegur siswa tanpa melakukan tindakan kekerasan.
Pihak sekolah kemudian melakukan upaya mediasi, di mana Supriyani bersama kepala sekolah mendatangi rumah orang tua siswa untuk meminta maaf atas insiden tersebut.
Meskipun permintaan maaf tersebut diterima, orang tua siswa—yang merupakan seorang anggota polisi—menggunakan pengakuan itu sebagai bukti kesalahan Supriyani.
Proses hukum ini menjadi perhatian publik, dan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. (B)
Penulis: Ahmad Jaelani
