Dalam aksi protes kali ini, warga menemukan lokasi tambang kosong tanpa kehadiran alat berat, tetapi terdapat tumpukan ore nikel yang siap diangkut.

Sebagai bentuk protes, warga membentangkan spanduk bertuliskan "Kami sudah lelah dengan kerusakan, PT. WIN harus berhenti beroperasi di pemukiman," serta berbagai seruan lainnya yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan.

Darniati Dian Saputri, perempuan Torobulu, turut menyuarakan kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak mereka jika penambangan terus berlanjut tanpa pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang.

Darniati yang merupakan seorang ibu yang anaknya bersekolah di SDN 12 Laeya, menegaskan segera dilakukan penghentian aktivitas penambangan demi keselamatan generasi mendatang.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Bulog Cabang Raha Pastikan Ketersediaan 3.000 Ton Beras