Lebih lanjut, wanita berhijab ini mengaku kalau perusahaan yang sudah beraktivitas belasan tahun ini juga kurang peduli dengan nasib masyarakat yang bermukim di sekitaran lokasi.
"Ada puluhan keluarga yang bermukim di sebelah penangkaran. Seluruh penangkaran ditembok setinggi dua meter lebih. Tapi, kami yang bermukim di seputaran atau bersebelahan dengan tembok ini kurang diperhatikan. Perusahaan memberikan sembako kepada warga hanya hari raya Idul Fitri saja," terangnya.
Warga lainnya, Erna Wati Sinuhaji meminta agar perusahaan membuka saluran air yang ada di seputaran lokasi, tepatnya di bagian kanan penangkaran. Pasalnya, di sekitar kediamannya menjadi banjir karena tidak ada buangan air.
Baca Juga: Jadi Pengedar, Seorang IRT Nekat Sembunyikan Sabu di Celana Dalam
"Kami minta peternak membuka saluran parit yang ada di bagian kanan, karena kalau itu ditutup, maka air akan menggenang di dalam lingkungan kami. Selain itu, di daerah sekitar rumah kami juga semak, kami takut," ungkapnya.
