"Kami hanya ingin tahu di mana pesawat itu dan apa yang sebenarnya terjadi," katanya.
Laporan akhir mengenai tragedi MH370 yang dirilis pada 2018 menyebutkan adanya kegagalan dari pengawas lalu lintas udara dalam merespons hilangnya pesawat. Selain itu, laporan juga mengindikasikan bahwa perubahan arah pesawat dilakukan secara manual, meskipun tidak ada kesimpulan pasti mengenai siapa yang bertanggung jawab atas perubahan tersebut.
Pencarian terbaru ini akan mencakup area seluas 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia bagian selatan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban yang telah menunggu lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Penumpang Azerbaijan Airlines Ucap Takbir dan Syahadat Sebelum Pesawat Jatuh
Sebelumnya, pencarian besar-besaran terhadap MH370 telah dilakukan oleh Australia, Malaysia, dan China selama hampir tiga tahun sebelum akhirnya dihentikan pada 2017.
