KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas kedua di dunia setelah Brasil, sebab Indonesia merupakan pusat keaneka ragaman hayati tertinggi di dunia.

Keaneka ragaman hayati di Indonesia mengalami penurunan, hal ini dapat mengancam hilangnya atau punahnya spesies-spesies yang terdapat di Indonesia.

Pernyataan tersebut, dikemukakan Wakil Bupati Kolaka Utara, Jumarding saat membuka aksi tanam pohon pada giat peringatan hari keaneka ragaman hayati internasional yang digelar di Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Jumat (22/5/2025).

"Keaneka ragaman hayati adalah pondasi kehidupan yang menyediakan udara udara kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita makan, dan ekosistem yang menopang keberlanjutan kehidupan," terangnya.

Baca Juga: Pemkab Buton Selatan Diganjar Penghargaan Terbaik Ketiga Pengelolaan DAK Fisik 2024