GAZA, TELISIK.ID – Ide boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, ternyata dicetuskan oleh salah seorang warga Israel sendiri yang bernama Omar Bhargouti.
Dilansir dari Cnbcindonesia.com, aksi boikot-memboikot dilakukan untuk menekan Israel di ranah ekonomi-politik supaya pendudukan di Palestina bisa berakhir. Aksi boikot pada dasarnya adalah propaganda teroganisir.
Secara global, aksi ini dikenal juga sebagai gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS). Pertama kali diluncurkan pada Juli 2005 oleh 170 kelompok akar rumput dan pendukung kemerdekaan Palestina. Dari kelompok itu, ada tokoh sentral yang menurut The Guardian adalah pendiri BDS, yakni Omar Barghouti. Ia adalah pria kelahiran Qatar tahun 1964 yang kemudian menjadi warga negara Palestina yang bermukim di Israel sejak 1994.
Keputusan menjadi penduduk Israel diambilnya setelah menikah dengan perempuan keturunan Israel-Arab pada 1993. Meski sudah secara sah menetap dan memiliki KTP Israel, yang menjadi legalitas penduduk Israel, bukan berarti suara lantang Omar atas situasi di Palestina meredup.
Baginya, hidup di Israel menjadi momentum terbaik. Ia makin keras menyuarakan penindasan yang terjadi selama ini. Dalam wawancara kepada The Intercept, Omar menganggap penindasan warga Palestina oleh militer atau warga Israel sudah menjadi ancaman serius.
