Baca Juga: Korea Utara Kejutkan Dunia karena Dukung Palestina, Tenyata Ini Alasannya

Pasalnya sehari-hari dia melihat banyak warga Israel yang rasis dan sering melakukan tindakan kekerasan ke warga Palestina. Sadar kalau hidup di tengah rasisme, Omar lantas tergerak hatinya untuk menyuarakan perlawanan tanpa kekerasan. Dari sini, lahirlah gerakan BDS.

Omar sendiri mengomandoi kelompok boikot Israel di ranah akademis dan budaya (Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel, PACBI). Sebagaimana dilaporkan Time, kemunculan BDS diilhami oleh peristiwa Politik Apartheid di Afrika Selatan saat warga kulit hitam mengalami penindasan oleh pendatang orang kulit putih.

Selama ratusan tahun ditindas, para warga kulit hitam selalu berjuang menuntut kesetaraan hingga akhirnya benar-benar sukses meruntuhkan dominasi kulit putih di tahun 1990-an. Perjuangan inilah yang bakal ditiru oleh Omar di gerakan BDS.

Dia percaya suatu saat nanti perjuangan rakyat Palestina juga bakal berbuah manis. Atas dasar inilah, dalam laman resminya tertulis tujuan BDS tak cuma menekan Israel di ranah ekonomi, tetapi juga untuk mengangkat kembali hak dan martabat warga Palestina sesuai dengan hukum internasional.