“Saya tidak ingin membebankan seluruh biaya kuliah dan biaya hidup saya kepada orang tua saya, karena saya sadar saya bukan berasal dari keluarga yang kaya raya, tapi Alhamdulillah cukup. Dengan adanya usaha ini saya tidak perlu lagi meminta uang kepada orang tua untuk kebutuhan saya selama kuliah,” ujar Sardin, Minggu (28/5/2023).

Dengan modal pas-pasan dan niat untuk memenuhi kebutuhannya selama kuliah, Sardin membuka pencucian di belakang UHO, tepatnya di Kecamatan Kambu. Saat ini dia sudah memiliki seorang karyawan yang membantunya mencuci kendaraan. Sardin hanya akan mencuci jika ada waktu kosong, tidak masuk kuliah atau tidak memiliki tugas kuliah.

Karyawannya, Lukhi yang berasal dari Labuan dan sedang menempuh pendidikan S1 di UHO. Lukhi juga biasa memanggi teman-temannya untuk membantunya di pencucian untuk mengisi waktu kosong, upahnya cukup untuk menambah kebutuhan makan sehari-hari.

Baca Juga: Mirip Ospek, Mahasiswa Junior Arak Senior yang Wisuda di UHO

Sardin cukup senang usahanya dapat berjalan lancar, selain dapat memenuhi kebutuhannya, dia juga bisa memperkerjakan mahasiswa yang juga sama dengan dirinya, butuh biaya hidup selama kuliah. Untuk mencuci kendaraan cukup dengan membayar Rp 10.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 35.000-Rp 50.000 untuk kendaraan roda empat.