“Diharapkan Dana Indonesiana memperkuat peran dan partisipasi pelaku budaya dalam menciptakan ekosistem kebudayaan yang dinamis dan berkesinambungan,” ujarnya.

Fadli menambahkan, program ini dirancang agar dapat lebih fleksibel dalam mengakomodasi kebutuhan sektor kebudayaan. Ia menilai pendanaan publik terhadap kebudayaan sangat penting, terutama untuk menjaga kelangsungan komunitas dan tradisi budaya skala kecil.

“Kita harus memastikan bahwa semua lapisan mendapat kesempatan, dari maestro hingga pelaku baru, dari desa hingga kota, dari artefak bersejarah hingga gagasan inovatif untuk masa depan,” ucap Fadli.

Ia juga menegaskan bahwa kebudayaan adalah milik dan tanggung jawab bersama, bukan hanya milik satu wilayah atau satu generasi.

“Kebudayaan adalah milik bersama, warisan bersama, dan tanggung jawab bersama. Saya mengajak semua pihak, mari kita rawat Dana Indonesiana sebagai instrumen bersama, jadi setiap rupiah yang dialokasikan harus berdampak nyata,” kata Fadli.