"Belum, vaksinnya saja belum ada di Indonesia," sambungnya.
Setelah data selesai dikumpulkan, lanjut Rahminingrum, data tersebut akan dikirim ke provinsi dan kemudian dilanjutkan di tingkat nasional.
"Begitu. Jadi pusat juga punya persiapan berapa jumlah vaksin yang dibutuhkan kabupaten/kota," jelasnya.
Diketahui, data kasus COVID-19 di Kota Kendari, per 26 Oktober 2020 sebanyak 2.376 orang, 667 di antaranya masih dalam perawatan, 1.620 orang sudah dinyatakan sembuh dan 31 lainnya meninggal dunia. (B)
Reporter: Musdar
